Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi strategi pemasaran pada usaha kopi Koling Katresnan sebagai start-up mahasiswa difabel, yang berdampak pada belum maksimalnya peningkatan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran melalui pendekatan bauran pemasaran (produk, harga, distribusi, dan promosi) serta analisis SWOT guna merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif analitis, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan pemilik usaha, bagian produksi, pemasaran, konsumen, dan mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran memiliki kekuatan pada diferensiasi produk berbasis kopi robusta, konsep penyajian unik menggunakan motor sespan yang sekaligus mendukung mobilitas usaha, serta harga yang kompetitif. Strategi distribusi yang fleksibel dan promosi berbasis offline serta digital mampu meningkatkan aksesibilitas dan kesadaran merek. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala pada konsistensi kualitas, variasi produk, optimalisasi promosi digital, serta keterbatasan kapasitas sumber daya yang turut dipengaruhi oleh karakteristik usaha berbasis mahasiswa difabel, sehingga belum berdampak signifikan terhadap penjualan. Analisis SWOT menunjukkan adanya peluang pasar yang besar seiring tren konsumsi kopi dan perkembangan digital, meskipun dihadapkan pada persaingan dan dinamika preferensi konsumen. Oleh karena itu, penguatan kapasitas internal, standarisasi kualitas, diversifikasi produk, serta optimalisasi pemasaran digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Pambudi et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: