This is the authors' abstract. We don't add key points for this paper.
Masalah hipertensi menjadi kesehatan utama di wilayah kerja UPTD Puskesmas Remaja Kota Samarinda, menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit dengan 790 kasus pada triwulan I tahun 2026. Eksekusi deteksi dini hipertensi oleh kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) belum berjalan optimal akibat terbatasnya pengetahuan kader serta belum tersedianya media edukasi yang dapat diakses kembali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader Posyandu ILP dalam mendukung deteksi dini hipertensi melalui Program Gerakan Kader Peduli Hipertensi (GERDASI). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2026 dalam dua sesi, yaitu di Posyandu Anggrek Hitam dan pada pertemuan kader di Kelurahan Gunung Lingai, dengan melibatkan 27 kader. Metode pelaksanaannya meliputi pengembangan media edukasi berupa leaflet dan video ber-QR Code, serta memberikan edukasi kesehatan melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Evaluasi dilakukan secara lisan untuk mengetahui pemahaman jangka pendek serta melalui observasi keterlibatan kader pada kegiatan Posyandu berikutnya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader hipertensi mengenai dan deteksi dini, disertai peningkatan keterlibatan kader dalam menyampaikan informasi hipertensi kepada masyarakat. Program GERDASI mendukung penguatan peran kader dalam menyampaikan informasi kesehatan di tingkat komunitas.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Nurhaini et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: