The urgency of this research lies in the importance of formative assessment for monitoring students’ learning progress and improving Pancasila Education in elementary schools. However, its implementation still faces challenges, including limited time, administrative workload, insufficient instrument variety, and suboptimal use of feedback. This study aims to analyze teachers’ perceptions of the effectiveness of formative assessment instruments, identify implementation barriers, and describe teachers’ efforts to overcome these challenges in Grade V at SD Negeri 071202 Helezalulu. This research employed a descriptive qualitative approach involving two Grade V teachers, one school principal, and four students as informants. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using open coding, axial coding, and selective coding. Data trustworthiness was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers perceived formative assessment instruments positively because they helped monitor students’ understanding, identify learning difficulties, provide feedback, and determine instructional follow-up. The identified barriers were addressed through instrument simplification, careful planning, staged assessment, reflection, and teacher collaboration. The study concludes that formative assessment effectiveness depends not only on instrument quality but also on teacher competence, student characteristics, and school support. ABSTRAK Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penilaian formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa dan memperbaiki pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, beban administrasi, variasi instrumen, dan pemanfaatan umpan balik yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif, mengidentifikasi hambatan penerapannya, serta mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan tersebut di kelas V SD Negeri 071202 Helezalulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan dua guru kelas V, satu kepala sekolah, dan empat siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui open coding, axial coding, dan selective coding. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap efektivitas instrumen penilaian formatif dalam memantau pemahaman siswa, mengidentifikasi kesulitan belajar, memberikan umpan balik, dan menentukan tindak lanjut pembelajaran. Kendala diatasi melalui penyederhanaan instrumen, perencanaan, penilaian bertahap, refleksi, dan kolaborasi antarguru. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas penilaian formatif bergantung pada kualitas instrumen, kompetensi guru, karakteristik siswa, dan dukungan sekolah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hulu et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: