Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran inovasi teknologi biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing berbasis Etno-STEM terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe pretest-posttest nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pemilihan dilakukan secara acak pada tingkat kelas, bukan randomisasi siswa ke kelompok. Perangkat pembelajaran yang digunakan berupa modul ajar, sedangkan instrumen meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang telah divalidasi. Analisis data diawali dengan pengujian prasyarat yang meliputi normalitas residual, homogenitas varians, linearitas, dan homogenitas kemiringan regresi, kemudian dilanjutkan menggunakan uji ANCOVA dengan skor pretest sebagai kovariat. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berbasis Etno-STEM memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (p < 0,001), dengan ukuran efek (partial eta squared) sebesar 0,430. Nilai adjusted mean pada kelas eksperimen sebesar 81,923 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,299. Dengan demikian, model inkuiri terbimbing berbasis Etno-STEM berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi inovasi teknologi biologi.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Astutik et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: