Answers are grounded in this paper and cite their sources.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transformasi digital terhadap kinerja pegawai non-medis di RSUD Masohi, baik secara langsung maupun melalui Individual Readiness to Change (IRTC) sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif asosiatif kausal digunakan dengan populasi 70 pegawai non-medis dan sampel 41 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin (tingkat kesalahan 10%). Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai non-medis; (2) transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap individual readiness to change (IRTC), bahkan menjadi jalur dengan pengaruh terbesar dalam model penelitian; (3) individual readiness to change (IRTC) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; serta (4) individual readiness to change (IRTC) terbukti memediasi secara signifikan pengaruh transformasi digital terhadap kinerja pegawai dengan jenis mediasi parsial. Model penelitian memiliki kemampuan prediksi yang moderat terhadap IRTC maupun kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam meningkatkan kinerja pegawai non-medis rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan psikologis individu pegawai dalam menerima dan menjalankan perubahan tersebut.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Rusmini et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 10 related papers. Consider them for comparative context: