Pertumbuhan iman umat Katolik belum mencapai tingkat yang optimal, meskipun kehadiran dalam misa secara fisik cukup tinggi. Kurangnya kesadaran komunio dan rendahnya partisipasi umat dalam misa menjadi faktor yang bersifat menentukan pertumbuhan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran komunio dan partisipasi umat dalam misa terhadap pertumbuhan iman umat di Paroki Maria Diangkat Ke Surga, Lely Celaket-Keuskupan Malang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 310 umat yang dipilih secara random. Instrument penelitian ini terdiri dari tiga variabel utama yaitu Pertumbuhan Iman, Kesadaran Komunio, dan Partisipasi Umat Dalam Misa, yang masing-masing diukur melalui pernyataan operasional dan diperinggkat menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil penelitian menunjukkan koefesien korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 0,797 yang dapat diartikan “kuat”. Dari sisi kausalitas, pengaruh kedua variabel independen secara simultan juga terbukti signifikan, dengan nilai sig.F = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel pertumbuhan iman. Sementara itu, secara parsial, baik variabel kesadaran komunio maupun partisipasi umat dalam misa juga terbukti berpengaruh terhadap pertumbuhan iman (masing-masing dengan nilai sig.t = 0,000 < 0,05). Dapat disimpulkan, baik secara simultan maupun parsial, kedua variabel independen terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan iman. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan “Ada pengaruh kesadaran komunio serta partisipasi umat dalam misa terhadap pertumbuhan iman umat di Paroki Maria Diangkat Ke Surga, Lely Celaket – Keuskupan Malang,” diterima.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Sedho et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 related papers. Consider them for comparative context: