Key result
Targeted education increases hypertension knowledge by ~25 percentage points vs baseline.
Why the study?
Many hypertensive patients do not have a positive lifestyle, leading to uncontrolled blood pressure and preventable target organ complications.
Absolute Event Rate: 63% vs 38%
An educational intervention focused on illness perception and emotional management significantly improved knowledge among elderly hypertension patients in a rural Indonesian community.
May enhance community hypertension education; hypothesis-generating and should not yet change practice without controlled trials.
Gaya hidup yang positif pada penderita hipertensi sangatlah dibutuhkan untuk pengendalian tekanan darah. Tidak banyak penderita hipertensi yang memiliki gaya hidup positif, sehingga tekanan darah tidak terkendali dan menimbulkan komplikasi pada target organ, yang seharusnya bisa dicegah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penderita dalam perbaikan gaya hidup. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui 3 tahapan yakni tahap pra kegiatan terdiri dari persiapan administrasi dan penyediaan sarana prasarana, tahap kegiatan merupakan kegiatan inti yaitu pelaksanaan pre test dan post test, pemberikan edukasi, demonstrasi gaya hidup dan manajemen emosi yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi. Tahap berikutnya adalah pasca kegiatan meliputi evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan, penderita hipertensi yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat sejumlah 87 orang, sebagian besar memiliki jenis kelamin wanita (99%), sebagian besar pendidikan dasar (80,00%), lama menderita > 4 tahun (80%), tekanan darah sistolik terisolasi (50%), usia terbanyak merupakan usia lansia akhir (88,5%%). Pengetahuan sebelum diberikan pendidikan sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 38%, setelah diberikan edukasi dan pendampingan menejemen emosi meningkat menjadi 63%. Penderita hipertensi memiliki peningkatan pengetahuan dan manajemen pengelolaan emosi yang meningkat. Pemberian intervensi mengenai Illness perception dan manajemen emosi sangat penting, untuk mendukung mereka dalam memiliki gaya hidup positif, yang pada akhirnya dapat melakukan pegendalian tekanan darah. Simpulan Pemberian intervensi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan membangun illness perception sangat diperlukan. Hal ini sangat berdampak pada kemampuan penderita dalam mengelola penyakitnya dan mengelola respon emosional, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan gaya hidup penderita dan pengendalian tekanan darah.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Soleha et al. (2026) studied Hypertension (n=87). Educational intervention on illness perception and emotional management vs. Pre-intervention (baseline) was evaluated on Proportion of participants with 'good' knowledge regarding illness perception. An educational intervention focused on illness perception and emotional management increased the proportion of hypertension patients with good knowledge from 38% at baseline to 63%.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: