Answers are grounded in this paper and cite their sources.
This study was prompted by the low learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 074049 Teluk Belukar in Natural and Social Sciences (IPAS), specifically regarding the topic of Indonesia's Rich Culture. This low performance was primarily caused by passive student engagement in teacher-centered instruction that provided limited direct learning experiences. This research aims to improve students' learning outcomes by implementing the Quantum Teaching model utilizing the TANDUR framework (Grow, Experience, Label, Demonstrate, Review, and Celebrate). A Classroom Action Research (CAR) design based on Kurt Lewin's model was conducted across two cycles, comprising planning, action, observation, and reflection. The subjects were 20 fourth-grade students during the 2025/2026 academic year. Data were gathered through instructional observations, written learning achievement tests, and field notes, then examined through comparative descriptive analysis. The findings revealed that teacher activity rose from 60.00% in Cycle I to 88.00% in Cycle II, while student activity improved from 66.70% to 91.70%. Academic achievement also advanced, indicated by the increase in the class average score from 61.25 in Cycle I to 77.85 in Cycle II, with classical learning mastery increasing from 70.00% (14 students) to 85.00% (17 students). In conclusion, the implementation of the Quantum Teaching model effectively enhances student learning outcomes in fourth-grade elementary science and social studies. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar IPAS materi Indonesia Kaya Budaya di kelas IV SD Negeri 074049 Teluk Belukar dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan peserta didik akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran quantum teaching berkerangka TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas IV tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan aktivitas, tes hasil belajar uraian, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dari 60,00% pada Siklus I menjadi 88,00% pada Siklus II, serta aktivitas peserta didik dari 66,70% menjadi 91,70%. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata kelas dari 61,25 pada Siklus I menjadi 77,85 pada Siklus II, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 70,00% (14 peserta didik) menjadi 85,00% (17 peserta didik). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran quantum teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi Indonesia Kaya Budaya.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Dawolo et al. (2026) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: